Efek Negatif Minum Teh Kental / Pekat

Minum teh sudah menjadi bagian dari ritual pagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain teh manis hangat, teh pahit juga banyak disukai untuk menemani menu sarapan.

Bagi sebagian orang, minum teh tak afdal jika warnanya tidak pekat. Bila dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini ternyata bisa membuat urusan ke belakang terganggu.

“Teh yang terlalu pekat dan juga pahit, seperti diketahui, bisa mengatasi diare. Karena itu, jika dikonsumsi terlalu sering tentu bisa menyebabkan konstipasi atau sembelit,” kata Rina Poerwadi, ahli kuliner sehat dalam acara bincang-bincang “Manfaat Teh untuk Kesehatan” yang diadakan Teh Botol Sosro dan Kidzania.

Karena itu, Rina menyarankan agar penyeduhan teh sebaiknya tidak lebih dari tiga menit. “Diseduh selama tiga menit sudah cukup untuk merilis polifenol yang ada dalam teh. Kalau diseduh terlalu lama, ibaratnya ‘nyawanya’ sudah tidak ada lagi,” paparnya.

Polifenol merupakan antioksidan dalam teh. Senyawa antioksidan ini mampu menyingkirkan radikal bebas yang menjadi penyebab utama penuaan dan penyakit pada manusia. Selain pada teh, polifenol juga bisa ditemukan pada minyak zaitun, anggur merah, dan teh hijau. Polifenol hanya bisa bertahan tiga jam.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: