Obsessive Compulsive Disorder (OCD), Kebiasaan Mengerjakan Sesuatu Berulang-ulang

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) merupakan penyakit yang menyerang mental yang ditandai dengan ciri-ciri melakukan berpikir berulang-ulang dan melakukan perbuatan yang berulang-ulang.
Sebagai contoh, seseorang yang selalu berpikir bahwa kompor di rumah belum dimatikan padahal dia sudah mematikannya atau orang yang selalu mengunci pintu secara berulang-ulang padahal sebelumnya ia telah menguncinya. Hal seperti bisa dilakukan bahkan hingga puluhan kali sampai merasa yakin dan puas. Inilah yang disebut penyakit OCD itu.

Gejala Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Ada beberapa gejala yang sering muncul pada penderita OCD:

  • Melakukan tindakan yang berulang-ulang,hal ini dapat kita lihat ketka seorang OCD mencuci tangan berkali-kali, membasuh kaki berkali kali dan sebagainya.
  • Selalu resah dan was-was, Penderita OCD tidak dapat lepas dari resah. Ada saja pikiran negative atau jangan-jangan. Sebagai contoh, ketika penderita OCD pergi keluar rumah mereka akan berpikir jangan-jangan kompor belum dimatikan. Jangan-jangan kunci pintu ketinggalan di gagang pintu,dsb.
  • Melakukan ritual-ritual yang aneh, Dalam film Aviator si Howard (penderita OCD) melakukan ritual dengan membakar seluruh bajunya dan menuangkan air seninya ke dalam botol lalu dikumpulkan.
  • Suka dengan benda-benda simetris
  • bimbang perihal kuman dan bakteri

Terapi

Ada dua terapi yang dapat dilakukan:

  • Psikoterapi
    Dalam metode ini penderita akan ditapi dengan melakukan perubahan perilaku, Michel (2004) menyebutkan bahwa Jika obsesi-obsesi dalam pikiran penderita memaksa mempengaruhi hidup dan pikiran, maka segeralah bertemu dengan dokter yang bersangkutan. Itu umum bagi penderita OCD yang mempunyai sifat pemalu dan mempermalukan sekitarnya.Perawatan OCD mempunyai dua komponen utama yaitu Psikoterapi dan Pengobatan. Psikoterapi merupakan suatu jenis dari ilmu pengobatan yang melibatkan anda untuk mengarahkan pada suatu obyek atau obsesi yang ditakuti. Pendekatan psikoterapi sendiri merangkumi Psikoterapi Kognitif dan Psikoterapi Tingkah laku. Yang dimaksud dengan Psikoterapi Kognitif adalah pasien akan dibantu untuk mengatasi masalah melalui perbincangan yang rasional, sedangkan Psikoterapi Tingkah laku lebih condong kepada tindakan pencegahan
  • Obat-obatan
    Biasanya digunakan obat-obatan antidepresi untuk sementara. Selain itu diberikan juga Chlomipramine dan Fluxomine. Fungsi dari kedua obat ini adalah sebagai penenang. Selain itu juga berfungsi menurunkan obesesional pada penderita.
  • Tindakan Preventive
    Belum ada cara yang spesifik untuk mencegah OCD. Oleh karena itu perlu menaga diri dengan baik. Artinya kita melakukan pola hidup yang sehat, Apabila kita sudah mengalami gejala-gejala. Symptom OCD maka sudah selayaknya kita mencegahnya dengan melakukan terapi dini atau konsultasi ke psikolog sebelum OCD menggerogoti hidup anda.

 

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2083189-obsessive-compulsive-disorder-ocd-kebiasaan/

http://www.adipedia.com/obsessive-compulsive-disorder-ocd-kebiasaan-mengerjakan-sesuatu-berulang-ulang/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: