Kisah Perjalanan Ida Kusumah

foto-ida-kusumaWanita yang terkenal dengan peran antagonisnya dalam serial Cinta Fitri ini sudah pulang ke rumah Tuhan YME pada Kamis 25 November 2010. Sosoknya ikut mewarnai perjalanan dunia perfilman di Indonesia sejak tahun 1955.

Rekam jejak aktingnya diawali ketika ia tampil dalam film Putri Revolusi arahan sutradara Ali Yugo, yang dibuat pada tahun 1955. Dalam film tersebut Ida berdampingan dengan aktor terkenal Sukarno M. Noor, yang juga ayah dari aktor Rano Karno.

Namun, kemujuran belum berpihak kepadanya. Karier di dunia aktingnya tak terlalu mulus. Ia pun beralih ke bidang tarik suara dan peragawati. Tahun 1960, ia di nobatkan sebagai Putri Peragawati I dan Ratu Jakarta III.

Pada tahun 1960-an ia juga aktif sebagai penyanyi dan penari, yang bertugas untuk menghibur para prajurit dalam operasi Trikora, Dwikora maupun ketika penupasan G30S/PKI.

Pada tahun 1961, ia kembali bermain film dan mendapat peran utama dalam film Malam Tak Berembun bersama aktor AN Alcaff dan disutradarai oleh A.W. Sardjono. Bermain kembali dalam film Menjusuri Djejak Berdarah pada tahun 1967.

Sampai dengan tahun 2007, tercatat, ia telah bermain dalam 62 film. Mulai tahun 1994, ketika dunia sinetron tumbuh menjamur, ia pun ikut terjun didalamnya.

Ia mungkin satu diantara artis film Indonesia yang tetap setia dan konsisten terhadap dunia seni peran. Berkarier sejak 1955, perempuan yang identik dengan ucapan “What Happen Aya Naon” itu tetap semangat berkarier dan tanpa rasa jenuh.

Atas kesetiaannya pada dunia perfilman, pada tahun 1996, ia menerima Penghargaan Kesetiaan Profesi dari Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N).

Pada tahun 2008 SCTV memberikan penghargaan Life Time Achievement kepada Ida Kusumah, karena ia memiliki dedikasi tinggi di bidangnya.

Ia merasa bersyukur atas penerimaan masyarakat dan industri perfilman, sinetron dan juga iklan di saat generasi berganti dan regenerasi terus terjadi.

Sejumlah sinetron pun dibintanginya hingga saat ini. Ida dalam akting sering mendapatkan peran antagonis, sebagai ibu yang judes dan bahkan jahat.

Sahabat dekat aktris Nani Wijaya dan Connie Sutedja ini menyelesaikan film bioskop berjudul CintaPuccino tahun 2007. Film Bebek Belur (2010) menjadi film layar lebar terakhir yang dibintanginya.

Kesetiaannya pada dunia seni peran telah ia buktikan. Ida menghembuskan napas terakhirnya di tengah menjalankan proses shooting untuk sinetron Cinta Fitri pada kamis (25/11/2010) malam. Ida yang dalam film tersebut berperan sebagai tokoh Oma yang doyan mengumpat ‘ Si Borokokok’ itu, wafat di usianya 71 tahun.

Biografi singkat Ida Kusuma:

Nama : Siti Endeh Ida Hendarsih Atmadi Kusumah

Lahir: Jakarta, 31 Agustus 1939

Wafat: Jakarta, 25 November 2010

* Penghargaan:

  • Putri Peragawati I (1960),
  • Ratu Jakarta III (1960),
  • Kesetiaan Profesi dari BP2N (1996),
  • Life Time Achievement Awards dari SCTV (2008)

* Filmografi:

  • Puteri Revolusi (1955),
  • Malam Tak Berembun (1961),
  • Menjusuri Djedjak Berdarah (1967),
  • Bila Cinta Bersemi (1972),
  • Buah Bibir (1972),
  • Ratu Ular (1972),
  • Ratu Amplop (1974),
  • Laila Majenun (1975),
  • Duo Kribo (1977),
  • Yuli Buah Hati Kekasih Mama (1977),
  • Kabut Sutra Ungu (1979),
  • Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa (1979),
  • Sang Guru (1981),
  • Hidung Belang Kena Batunya (1982),
  • Sorga Dunia di Pintu Neraka (1983),
  • Akibat Buah Terlarang (1984),
  • Pelangi di Balik Awan (1984),
  • Gejolak Cinta Pertama (1985),
  • Opera Jakarta (1986),
  • Pernikahan Berdarah (1987),
  • Catatan Si Boy II (1988),
  • Jodoh Boleh Diatur (1988),
  • Kamus Cinta Sang Primadona (1988),
  • Cinta Yang Terjual (1989),
  • Catatan Si Boy III (1989),
  • Catatan Si Boy IV (1989),
  • Godain Kita Dong (1989)
  • Kemesraan (1989),
  • Makelar Kodok (1989),
  • Si Kabayan dan Gadis Kota (1989),
  • Valentine Kasih Sayang Bagimu (1989),
  • Boleh-Boleh Aja (1990),
  • Boneka Dari Indiana (1990),
  • Boss Carmad (1990),
  • Cinta Anak Muda (1990),
  • Curi-Curi Kesempatan (1990),
  • Dorce Ketemu Jodoh (1990),
  • Gonta Ganti (1990),
  • Isabella (1990),
  • Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990),
  • Makelar Kodok Untung Besar (1990),
  • Oom Pasikom (1990),
  • Pengantin (1990),
  • Ricky (1990),
  • Sang Pembela (1990),
  • Sepondok Dua Cinta (1990),
  • Olga dan Sepatu Roda (1991),
  • Sekretaris (1991),
  • Taksi Juga (1991),
  • Zig Zag (1991),
  • Si Kabayan Saba Metropolitan (1992),
  • Gadis Malam (1993),
  • Setetes Noda Manis (1994),
  • Cintapuccino (2007),
  • Bebek Belur (2010)

* Sinetron:

  • Saling Silang (1994),
  • Madun (1995),
  • Mak Comblang (1996),
  • Pelangi di Rumah Susun (1997),
  • Olga dan Sepatu Roda (1997),
  • Cinta Fitri (2007),
  • Cinta Fitri 2 (2008)

 

Sumber: http://gugling.com/kisah-perjalanan-ida-kusumah.html


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: