Valentino Rossi… Apa Sih Istimewanya?

Valentino Rossi di atas Ducati Desmosedici

TRIBUNNEWS.COM – Jorge Lorenzo memang telah mengakhiri musim ini secara gemilang. Ia lah sang jawara MotoGP tahun 2010 melampauiteammatenya yang juga ‘guru’ buatnya, Valentino Rossi.

Pun begitu, tak satu pun meragukan jika VR 46 akan mampu bangkit dan secara kompetitif bisa menjuarai musim depan apalagi sampai turun pamor seperti yang terjadi pada legenda hidup MotoGp Max Biaggi yang tersisih sejak tak mampu mengalahkan dominasi Michael Doohan.

Apa kehebatan The Doctor hingga ia begitu menakutkan di trek dan tetap menjadi pilihan dalam bursa juara MotoGP musim depan? Apa karena skill membalap yang hebat? Tidak juga! Dalam era kompetitif sekarang ini, banyak pebalap yang juga memiliki kepandaian mengendalikan kuda besi serta intelegensia yang tinggi dalam memperhitungkan kondisi trek.

Keberanian dan aksi nekat? Itu pun sama, tengok aksi Lorenzo yang juga sama berani dengan Rossi. Lalu apa yang menjadikan Rossi begitu spesial?

Petinggi Ducati, Filippo Preziosi sedikit mengungkap mengapa Rossi menjadi pebalap spesial di tengah taburan bintang-bintang muda. Ducati, team Rossi bernanung di musim depan, tak hanya membutuhkan pebalap yang jago bin nekat. Mereka sudah memiliki itu dan secara mudah bisa mendapatkan sosok pebalap seperti itu. Stoner contohnya.

Tapi mereka butuh Rossi, seorang pebalap yang juga bisa jadi ilmuan. Saran-saran teknis dari Rossi, tak hanya bisa membuat sebuah motor melesat kencang di atas trek, tapi secara komprehensif mampu membawa sebuah tim ke arah pengembangan mesin yang lebih mumpuni.

Itu jua yang membuat sejatinya tim-tim eks-Rossi, seperti Honda dan Yamaha, seolah enggan melepas The Doctor. Masukan dari Rossi membuat tim akan lebih kompetitif tak hanya dalam hal settingan mesin, namun juga teknologi pengembangan motor ke depan.

“Dia sudah memberikan kepada kami banyak informasi yang sangat presisi dan sekarang kami bakal menggunakannya,” ujar Preziosi.

Maka Ducati tak ragu untuk berevolusi atas saran dari Rossi. Mereka mau berubah demi Rossi. Tak hanya untuk musim ini saja pastinya, namun untuk pengembangan motor di musim-musim berikutnya.

“Keputusan yang akan diambil dibuat berdasarkan analisa data secara mendalam, setelah mempelajari semua hasil tes. Yang pasti, Valentino harus membalap seperti Valentino! Kami sadar, kami harus melakukan perbaikan pada motor supaya bisa mencapai apa yang diinginkan,” tambahnya lagi.

Tampaknya, kelebihan Rossi ini yang jarang dimiliki oleh pebalap lainnya. Rossi tak hanya sekedar menunggang lalu melesat kencang. Ibarat joki, ia tahu kondisi apa yang tepat untuk kuda besinya.

Maka pantaslah ia menjuluki diri sebagai The Doctor. Ia memang menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen edan. Julukan itu makin pas saat ia pertama kali meraih gelar juara dunia di kelas 500 cc pada saat itu.

”Di balap berkelas tinggi seperti ini kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,” ucapnya, satu lagi kelebihan The Doctor yang membuatnya layak mendapat label spesial. (*)

Penghargaan :
1. Gelar Juara Dunia 125cc (1997)
2. Gelar Juara Dunia 250cc (1999)
3. Gelar Juara Dunia 500cc (2001)
4. Gelar Juara Dunia Moto GP (2002)
5. Gelar Juara Dunia Moto GP (2003)
6. Gelar Juara Dunia Moto GP (2004)
7. Gelar Juara Dunia Moto GP (2005)

 

Sumber: tribunnews.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: