Asal Mula Pisau Cukur alias Cukuran

Ceklak-ceklik. Bunyi itu kerap terdengar akhir-akhir ini dalam kendaraan umum di Jakarta. Ternyata asalnya dari para penumpang pria yang asyik mencabuti bulu janggut dengan dua keping koin seratus perak.
Lucunya, manusia Neanderthal ribuan tahun lalu pun sudah berbuat sama, tapi penjepitnya dari kerang. Alat cukur lain, pisau. Pisau cukur tertua yang pernah ditemukan adalah silet batu api dari tahun ± 30.000 SM. Meski bisa sangat tajam, ia mudah tumpul.
Tak hanya pria, wanita pun “pusiiiing…” oleh bulu tubuh. Cuma, cara menghabisinya lebih “aman” yakni dengan krim khusus. Misalnya, tahun 4.000 – 3.000 SM, krim buatan sendiri itu memakai bahan aneh, misalnya arsenik (padahal beracun) dan kanji. Bahan lebih “ngeri” dipakai Poppaea, istri Kaisar Romawi Nero. Krimnya mengandung resin, aspal, anggur putih atau ekstrak tanaman merambat ivy, lemak keledai, empedu kambing, dan bubuk ular berbisa! Belakangan bahannya lebih bisa diterima.
Di Eropa tahun 1800-an, ramuan berupa potongan oak dan anggur putih Prancis dimasak 24 jam. Variasi. lain muncul awal abad ke-20, yaitu lilin yang mode di Eropa dan AS. Kemudian tahun 1940 ditemukan bahan yang mengandung calcium hioglycolate yang bisa menghancurkan struktur protein, mengurangi tekstur, dan kekuatan rambut.
Krim disukai wanita karena aman dari “kekacauan berdarah” akibat alat alat cukur “ngeri”. Sebut saja pisau cukur atau batu apung wanita Romawi sekitar 500 SM. Atau tren “membakar” rambut di kaki dengan. lampu di Yunani purba. Belum lagi derita wanita AS gara-gara PD I(berakibat langkanya bahan pencukur). Rambut kaki dan ketiak pun … diampelas!
Namun bagi pria, pisau cukur tetap dicari. Logam menggeser bahan baku batu. Buktinya, ditemukan pisau cukur berbahan tembaga dari zaman Mesir kuno. Mirip kepala kapak kecil. Brr…!

Sampai kemudian muncul ide membuat pisau cukur yang aman. Pencetusnya, tentu seorang tukang cukur Francis bernama Jean- Jacques Perret. Tahun 1770 ia menuangkan idenya dalam risalah berjudul The Art of Learning to Shave Oneself (La Pogono-tomi’e). Pisau cukur temuannya berbingkai kayu berbentuk L yang menopang silet. Bingkai itu mencegah kulit tergores dalam.

Saat bersamaan di Sheffield, Inggris, sedang top-topnya pisau cukur lipat baja atau cutthroat. Mata pisaunya agak melengkung agar dapat dilipat masuk gagang. Seperti biasa pisau ini cepat tumpul, maka harus teratur diasah.

Penemuan penting lain lahir tahun 1847, saat ditemukan pisau cukur dengan posisi silet tegak lurus terhadap gagang, seperti alat berkebun. Karya William Henson dari. Inggris ini memudahkan orang bercukur dan mengubah cara memegang alat cukur di masa selanjutnya.

Tapi, pisau cukur impian baru sebagian terwujud tahun 1880. Di AS Kampte Brothers memasang jaring kawat pelindung kulit di sepanjang sisi pisau cukurnya. Pisau itu mendapatkan paten sebagai pisau cukur paling aman (saat itu).

Babak terpenting terjadi tahun 1895, ide pisau silet sekali pakai King Camp Gillette dari AS. Gillette pula penemu silet dua sisi sekali pakai dengan paten AS tahun 1901 dan silet baja antikarat tahun 1960.

Terobosan dilakukan Willis G. Shockey dengan paten AS untuk “pisau cukur angin”, pelopor alat cukur listrik, tahun 1910. Mesin beroda penggerak tangan itu cuma bekerja dalam waktu terbatas. Produknya disempurnakan oleh Schick menjadi alat cukur kering listrik pertama dengan satu motor kecil. Cuma, produk dengan paten tahun 1931 itu kurang laku.

Di balik yang biasa, pasti ada yang “ruuaaa…r biasa”. Misalnya karya tentara AS Letkol. Jacob Schick. la terinspirasi oleh senapan militer. Hasilnya, pisau cukur ulang magasin muncul tahun 1921. Layaknya senapan, cadangan siletnya berada di dalam gagang. Jadi, untuk mengganti tak perlu pegang siletnya. Cukup, lagi -lagi …ceklak-ceklik.

Sumber: http://www.artikelpintar.com/2010/11/asal-mula-pisau-cukur-alias-cukuran.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: