Tepis Ramalan Meresahkan, Komunitas Budaya di Yogya Sembelih Kerbau


Sembeli Kerbau (Foto: Fajar Pratama/detikcom)

 

Jakarta – Isu dan prediksi yang meresahkan bermunculan seiring dengan menggeliatnya Gunung Merapi. Untuk itu, upacara tolak bala berupa penyembelihan kerbau pun digelar di Tugu Yogyakarta.
Upacara bernama asli kuat maheso luwung saji rojosunya ini diselenggarakan oleh paguyuban Tri Tunggal. Ritual ini memang dikhususkan terkait kondisi Yogyakarta yang tengah terkena bencana letusan gunung Merapi.

“Selain karena bencana dalam hal ini Merapi. Upacara ini digelar untuk menepis prediksi yang menyebut akan melebur,” ujar pemimpin ritual yang sekaligus pendiri paguyuban Tri Tunggal, Romo Sapto, kepada wartawan di sekitaran Tugu Jogja, Senin (8/11/2010) malam.

Prediksi meresahkan yang dimaksud Romo Sapto adalah perkiraan yang dilontarkan tokoh atau spiritualis yang lebih banyak mendatangkan kepanikan bagi masyarakat. Disebutkan Romo Sapto, salah satu tokoh spiritual yang dimaksud adalah Permadi.

“Yogya kan saat ini seperti dihakimi. Seharusnya mereka jangan hanya membaca tapi juga memberi solusi. Prediksi-prediksi tersebut sungguh meresahkan,” papar Romo Sapto.

“Tugu diambil sebagai lokasi karena merupakan pusat dari kosmologi dan mitologi di Jawa dan Yogya pada khususnya,” tambahnya.

Prosesi upacara diawali oleh kirab yang dilakukan oleh sekitar 200 orang dari perempatan Jetis ke Tugu Yogya yang berjarak sekitar 2 Km. Dalam kirab tersebut dibawa satu ekor kerbau jantan, sembilan ayam jago wiring kuning serta 99 boneka dari singkong.

Sesampainya di Tugu sekitar pukul 20.30 WIB, kirab sudah disambut ratusan masyarakat yang sengaja datang untuk menyaksikan ritual tersebut. Dentuman musik gamelan dari panggung di sebelah barat daya Tugu Yogya juga semakin membuat aroma kejawen begitu kental.

Romo Sapto yang berada di atas panggung lantas membacakan mantra dalam bahasa jawa kuno. Sementara itu di depan panggung, dilakukan penyembelihan kepada kerbau jantan dan sembilan ayam jago, setelah sebelumnya sekitar 15 penari putri menarikan tari Srimpi.

Pada malam ini juga, kepala, kaki, dan ekor dari kerbau jantan akan dibawa ke Kaliurang, Sleman dan akan dikubur di depan Kelurahan Kaliurang.

 

Sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: